Showing posts with label cpm1A. Show all posts
Showing posts with label cpm1A. Show all posts

Wednesday, February 15, 2017

Komunikasi PLC


Komunikasi antara unit-unit PLC dapat terjadi bila ada konektifitas antara unit-unit PLC tersebut. Untuk menghubungkan satu atau lebih PLC diperlukan peralatan pendukung sebagai antarmuka (interface), seperti adapter RS-442, dan kabel RS-442. Selain itu diperlukan juga software untuk mengatur konektifitas antara hardware-hardware tersebut agar dapat bekerja secara sinkron sesuai dengan yang diinginkan.
Konfugurasi komunikasi PLC ada beberapa macam, yakni:
(1)   NT-Link
Konfigurasi komunikasi ini (Omron, 1999: 23) menghubungkan PLC OMRON CPM1A-10DCR dengan console (sebagai programming terminal). Konektifitas hardware PLC dengan console memerlukan konektor RS232C, RS232C adapter.



Konfigurasi NT Link OMRON PLC CPM1A-10 CDR

(2)   Host-link communication
Ada 2 (dua) jenis topologi komunikasi lokal host-link communication, yaitu:
1:1 communicatin to computer, 1:1 PC Link communication dan Multi-drop communication (1:n host link communication).



1:1 hostlink  communication

Skema pada Gambar di atas  (Omron, 1999: 24) memperlihatkan kemungkinan terjadinya koneksi untuk sebuah 1 to 1 conection antara PLC OMRON CPM1A sebagai client dengan Personal computer (PC) sebagai Host. Konektifitas antara PLC dan PC didukung oleh RS-232C konektor dan link adapter RS-232C ataupun konektor RS-442 dan link adapter RS-442. 



1:1 PClink  communication

Skema dalam Gambar di atas (Omron, 1999: 25) memperlihatkan koneksi antara PC dengan 1 unit PLC OMRON CPM 1A. Komunikasi dapat berlangsung dengan dukungan hardware berupa RS232C konektor dan software yang digunakan biasanya CX-series atau Syswin 3.0


Multi drop communication


Skema Gambar di atas (Omron, 1999: 27) menunjukkan lebih dari 32 PLC OMRON CPM 1A dengan sebuah komputer host menggunakan metode multi drop komunication. Multi drop komunication memungkinkan 32 unit PLC OMRON dapat dikendalikan melalui sebuah computer host. Koneksi antara computer host dengan PLC dapat dilakukan dengan kabel RS-442 dan link adapter RS-442. Multi drop didukung oleh hardware B500-AL004 yang dapat mendrop ladder diagram ke 32 unit PLC dengan jarak optimum maksimal 10 meter.

Tuesday, July 23, 2013

Instruksi diagram ladder

Instruksi diagram ladder adalah instruksi sisi kiri yang mengkondisikan instruksi lain di sisi kanan. Pada program diagram ladder instruksi ini disimbolkan dengan kontak-kontak seperti pada rangkaian kendali elektromagnet.
Instruksi diagram ladder terdiri atas enam instruksi ladder dan dua instruksi blok logika. Instruksi blok logika adalah instruksi yang digunakan untuk menghubungkan bagian yang lebih kompleks.

Instruksi LOAD dimulai dengan barisan logic yang dapat diteruskan menjadi ladder diagram rung. Instruksi LOAD digunakan setiap kali rung baru dimulai.

Inversi dari Instruksi LOAD adalah instruksi LOAD NOT .

Mengecekan koneksi I/O PLC - Force SET

Pengecekan koneksi I/O PLC adalah dilakukan untuk memastikan hubungan pengawatan antara PLC dengan peralatan-peralatan I/O telah tesambung dengan benar.
·         Pengecekaninput
Dapat dilakukan dengan mengONkan toggle switch (input yang sesuai) dengan alamat yang sesuai untuk masing-masing channel input pada PLC. Jika lampu input PLC yang bersesuaian menyala, maka peralatan input telah tersambung dengan benar.
·         Pengecekan output (omron, 1999)

Dapat dilakukan dengan menggunakan instruksi FORCED SET RESET.



Instruksi-instruksi Logika

Pada prinsipnya salah satu cara pemogramman PLC adalah menggunakan ladder diagram (diagram tangga). OMRON menyediakan beberapa intruksi dasar untuk memprogram sebuah ladder diagram ke PLC.







Mengenal console

Console digunakan sebagai perangkat pemrograman PLC OMRON (programming terminal). Console dilengkapi dengan selector switch (mode switch), yakni saklar pilih dengan aktuator berupa sebuah kunci, key (tombol kunci), dan LED display.

A. MODE SWICTH
Console memiliki 3 pilihan mode, yakni:  


Console PLC OMRON


PROGRAM  
Pada mode ini kita dapat memprogram (menuliskan intruksi/ladder) pada memori PLC.

RUN
Mode ini dipilih saat ingin menjalankan ladder/ instruksi yang telah diprogram. Ketika selector switch menunjuk mode RUN, ladder/instruksi yang telah diprogram secara otomatis akan didownload oleh PLC. 

MONITOR
Mode MONITOR digunakan untuk memonitor instruksi/ladder yang telah diprogram.
Mode operasi

B. LCD Display
Selain memiliki mode selector, pada console juga terdapat LCD display. LCD display berfungsi menampilkan program pada console. Tampilan awal dari LCD display console OMRON diperlihatkan pada Gambar  dibawah ini!

LCD Console PLC OMRON

C. Keys
Tombol-tombol kunci (keys) (Gambar 4-3) pada console terdiri atas 4 (empat) kelompok, yakni:
Command key
Tombol – tombol yang termasuk kelompok command key berfungsi untuk memprogram ladder diagram PLC.
Key (Tombol kunci) pada console PLC OMRON

Berikut ini adalah tombol-tombol yang termasuk ke dalam kelompok command key pada console PLC OMRON.

FUN    berfungsi untuk memilih fungsi tertentu. Tombol ini dipakai untuk intsruksi – intsruksi khusus. Intruksi khusus tersebut diprogram dengan menekan tombol FUN dan tombol numerik yang sesuai. Daftar Instruksi-intruksi khusus dapat dilihat pada Apendik A.
SFT    untuk menuliskan instruksi SHIFT REGISTER.
NOT    untuk menuliskan instruksi NOT.
AND    untuk menuliskan instruksi AND.
CNT    untuk menuliskan instruksi COUNTER. COUNTER harus diisi dengan data (value).
LD      untuk menuliskan instruksi LOAD.
OUT    untuk menuliskan instruksi OUTPUT.
TIM     untuk menuliskan instruksi TIMER. TIMER harus diisi dengan data (value).
TR      untuk menuliskan instruksi memori rele sementara
          (temporary memory relay).
LR      untuk menuliskan instruksi rele penghubung (link relay).
HR      untuk menuliskan instruksi rele penahan (holding relay)
DM     untuk menuliskan instruksi data memory.
CH      memilih channel.
CONT  untuk mencari kontak pada ladder program (rung).

Operation key
Tombol –tombol ini digunakan untuk mengesekusi intruksi ladder yang telah ditulis dengan tombol command. Berikut ini adalah tombl-tombol operation key yang disediakan pada console PLC OMRON.

Numerical key
Tombol-tombol ini terdiri atas angka numerik dari 0 sampai dengan 9. Numerical key berguna untuk mengisi nomor alamat dari mnemonic-mnemonic pada ladder program.

CLR key
Tombol CLR berfungsi untuk menghapus tampilan pada display console. Tombol ini dipakai bersama dengan tombol MONTR seperti contoh:

Pengawatan PLC OMRON CPM1A-10 CDR

Pengawatan PLC OMRON CPM1A-10 CDR dilakukan pada terminal input dan terminal output yang diperlukan. Masing masing peralatan I/O yang diperlukan, termasuk juga catu daya AC 220 V 50 
Hz dari MCB 1 fasa dihubungkan ke terminal I/O PLC yang sesuai dengan perancangan. Gambar a dan Gambar b Berikut ini adalah contoh pengawatan I/O pada PLC OMRON CPM1A-10 CDR.


Gambar a. Pengawatan terminal input PLC OMRON CPM1A-10 CDR



Gambar b. Pengawatan terminal output PLC OMRON CPM1A-10 CDR



Tips membaca Label pada PLC

PLC OMRON tipe CPM 1A 10 CDR merupakan salah satu jenis PLC standar yang biasa dipergunakan sebagai trainer. Gambar berikut ini memperlihatkan sebuah unit PLC dengan label OMRON CPM 1A-10 CDR-A.



PLC OMRON CPM1A 10 CDR (www.omron-ap.com/product_info/CPM1A) 

Pelabelan (Marking) OMRON SYSMAC CPM 1A-10 CDR-A dapat mempermudah para pemakai PLC untuk mengetahui karakteristik PLC tersebut. Berikut ini adalah penjelasan arti dari label yang digunakan oleh perusahaan OMRON:


 Pelabelan PLC OMRON (omron datasheet)

PLC OMRON tipe CPM1A dengan kapasitas 10 buah port I/O (6 buah port input dan 4 buah port output), jenis output berupa rele, dan bekerja pada  masukan AC.

Terminal masukan 220 Vac. Terdiri dari dua buah terminal yang diberi nama L1 dan L2. Tegangan masukan PLC tipe ini berkisar 220 Vac sampai dengan 240Vac. Biasanya sebagai pengaman dipasang MCB dan fuse (sekering) pada terminal L1-L2.

GND (Ground) dan PE (Protective Earth). Kedua terminal ini merupakan terminal tambahan yang berguna untuk safety (keamanan) bagi para pengguna PLC dari kemungkinan terjadinya sengatan listrik maupun gejala induksi pada power supplynya.

Terminal Input. Terminal input OMRON CPM1A-10 CDR-A berjumlah 6 buah dengan pengalamatan memori, yakni: 00, 01, 02, 03, 04, 05.

Terminal Output. Terminal output OMRON CPM1A-10 CDR-A berjumlah 4 buah dengan pengalamatan memori, yakni: 00, 01, 02, 03.

Indikator Input. Pada PLC OMRON CPM1A-10 CDR-A indikator tersebut berupa lampu led sejumlah 6 buah dengan setiap lampu LED mengacu pada alamat input tertentu. Misalkan, Lampu LED 00 pada indikator input akan menyala bila ada sinyal input dari alamat 00. Akan tetapi bila terjadi kesalahan (error) seperti:
·         CPU error atau  bus I/O error :  Indikator input akan dimatikan secara otomatis.
·         Memory error: sttus indikator input akan tetap dipertahankan meskipun terjadi perubahan pada sinyal input.

Indikator Output. Serupa dengan indikator input, indikator output juga berupa lampu LED. Indikator output berjumlah 4 buah dengan setiap lampu LED mengacu pada alamat output tertentu. Misalkan, Lampu LED 00 pada indikator output akan menyala bila ada sinyal output dari alamat 00.

PLC Status Indikator. Indikator tersebut berfungsi memonitor status PLC. Indikator ini berjumlah 4 buah, yaitu:
·         PWR (LED berwarna hijau) berfungsi untuk mengindikasi adanya supply daya ke PLC
·         RUN (LED berwarna hijau). Bila indikator tersebut menyala (ON)  maka PLC sedang berada pada mode RUN atau mode MONITOR. Bila indikator tersebut OFF berarti PLC berada pada mode PROGRAM atau terjadi error
·         COMM (LED berwarna orange) mengindikasi adanya proses pentranferan data antara PLC dengan programming terminal (console atau PC) melalui konektor RS232C.
·         ERR/ALM (LED berwarna merah). Sedangkan jika indikator tersebut berkedip (flashing), maka PLC bekerja dengan normal.

RS232C connector berfungsi sebagai penghubung antara PLC dengan console atau Personal Computer (PC).


Perangkat I/O

Gambar berikut  memperlihatkan beberapa jenis peralatan – peralatan input yang digunakan pada sistem kendali otomatis berbasis PLC. Peralatan – peralatan input tersebut antara lain:


Peralatan input (omron, 1999)

Limit switch (saklar pembatas), timer (pewaktu), photoelectric switch (saklar fotoelektrik), encoder, proximity switch, toggle switch (saklar toggle), push button (tombol tekan). Masing-masing peralatan input tersebut dapat menghasilkan sinyal-sinyal input yang dinginkan dalam membuat suatu sistem kendali otomatis berbasis  PLC.

Sedangkan untuk peralatan – peralatan output diilustrasikan dalam Gambar berikut ini.



Peralatan output (omron, 1999)

Peralatan – peralatan output tersebut antara lain, motor listrik, heater (pemanas), solenoid, lampu, led display, motor starter.