Monday, July 29, 2013

APA PLC ITU?

PLC (Programmable Logic Controller) atau programmable controller merupakan PLC diperkenalkan pertama kali pada tahun 1969 oleh Richard E. Morley yang merupakan pendiri Modicon Corporation. Menurut National Electrical Manufacturing Assosiation (NEMA) PLC didefinisikan sebagai suatu perangkat elektronik digital dengan memori yang dapat diprogram untuk menyimpan instruksi-instruksi yang menjalankan fungsi-fungsi spesifik seperti: logika, sekuensial, timing, counting, dan aritmatika untuk mengontrol suatu mesin industri atau proses industri sesuai dengan yang diinginkan. PLC mampu mengerjakan suatu proses terus menerus sesuai variabel masukan dan memberikan keputusan sesuai keinginan pemrograman sehingga nilai keluaran tetap terkontrol.
Dalam konsep tradisional, automasi hanya dapat digunakan untuk memproduksi satu jenis item. Sekarang perlu mengotomatisasi produksi dengan berbagai macam variasi yang baik, dalam jumlah yang cukup, seperti produktivitas yang lebih tinggi dan penambahan investasi dan peralatan yang kecil.
Pada prinsipnya, sebuah PLC terbentuk dari koordinasi antara 2 bagian utama, yakni: Central Processing Unit (CPU), dan I/O system. CPU merupakan bagian PLC yang berfungsi seperti otak pada manusia. CPU berperan sebagai penerima, penyimpan dan pengolah informasi logika. CPU PLC terdiri dari 3 bagian utama (lihat Gambar 1-3), yakni processor, memory dan power supply.
§  Processor berfungsi mengkodekan, mendekodekan data dan melakukan komputasi data.
§  Memory berperan dalam menyimpan segala informasi logika baik dari program kendali maupun dari perangkat I/O yang terkoneksi dengan PLC.
§  Power supply berfungsi untuk menyediakan daya listrik yang dibutuhkan selama PLC tersebut dioperasikan.

I/O system merupakan bagian PLC yang berfungsi sebagai antarmuka dengan dunia luar atau perangkat input/output (I/O). I/O system terdiri dari rack dan I/O module. I/O PLC dikelompokkan menjadi 2 jenis, yakni diskrit dan analog.
§  Input diskrit berfungsi untuk menyampaikan sinyal informasi logika atau data biner, yakni logika 1 dan logika 0 dari perangkat input. Contoh perangkat input diskrit adalah sensor, switch atau sakelar, dan push button.
§  Sedangkan input analog memberi sinyal informasi yang kontinu dan bervariasi (dapat diubah-ubah nilainya). Biasanya sinyal tersebut berupa tegangan 1-10 Vdc, arus 0-20 mA, atau arus 5-12 mA. Sebagai contoh perangkat uang terkoneksi dengan input analog adalah sebuah transmitter masukkan pengukur level cairan.

Output diskrit bekerja menghasilkan sinyal biner ON-OFF. Lampu, solenoid, dan kontaktor koil merupakan contoh-contoh perangkat output yang terkoneksi dengan output diskrit. Output analog mengirimkan sinyal kontinu dan bervariasi dalam kisaran 0-10 V dc. Transduser arus ke peneumatik dan analog meter merupakan perangkat output yang terkoneksi dengan output analog.

No comments:

Post a Comment